Baru-baru ini Gramedia membeli hak peredaran komik Tintin Indonesia dari penerbit INDIRA dengan berbagai perubahan mendasar, misalnya nama-nama tokoh yang mengacu pada terbitan Perancis. Maklum, INDIRA mengacu pada Tintin terbitan Inggris (Egmont) . Terbitan Gramedia konon berubah untuk lebih mengacu pada edisi asli Belgia yang notabene penduduknya berbahasa Perancis.
Dulu, karakter yang kukenal dekat bernama Snowy, Prof. Calculus, Thompson dan Thomson, mungkin sekarang membiasakan diri dengan nama-nama baru. Misalnya: -Snowy menjadi Milo (Perancis: Milou) -Calculus jadi Lakmus (bahan kimia), -Thompson dan Thomson jadi Dupont cs (Perancis: Dupond and Dupont)
Waah..susahnya..Gimana mungkin mengubah kenangan yang begitu berkesan? Seperti mengutip ucapan pak Pandu dari Paguyuban Karl May yang juga pecinta Tintin, "Aha, hijrahnya Tangtang (kok rasanya aneh ya? bukan Tintin) dari Indira ke Gramedia ini mengingatkan saya pada kasus Winnetou di Indonesia... Apalagi kalau penerjemah yang sekarang (usia 25-40 tahunan ) sama sekali tidak pernah membaca terjemahan yang versi dulu. Memang mahal kok harga suatu nostalgia itu."
Jawaban dari GPU seputar penggantian nama: "Snowy adalah nama di Tintin edisi bahasa Inggris (penerbit Egmont), sementara GPU punya kontrak dengan penerbit Tintin yg asli, yaitu Casterman, untuk menerbitkannya dalam bahasa edisi aslinya, yaitu Prancis.
Milou diubah jadi Milo dengan pertimbangan Milo lebih mudah diucapkan anak-anak sini karena pengucapannya sesuai penulisannya, sementara Milou kan diucapkan Milu. Selain itu rasanya Milo sebagai merek susu cokelat sudah cukup familier untuk anak-anak sini."
Aku sendiri sebetulnya berniat beli edisi terbaru terbitan Gramedia ini. Tapi sejak membaca ulasan teman-teman di milis Tintin Id, kok jadi ragu ya. Aku agak ragu bisa nyaman mengubah segala kebiasaan lama.
Apakah sumpah serapah Captain Haddock (nama barunya siapa ya?) akan diperhalus? Padahal aku suka banget " Billions of bilious blistering barnacles!"-nya!
Trus ada ganjalan soal penerjemahan Tintin Indonesia ini:
" Soal terjemahan GPU, emang rasanya singkatan-singkatan yang ada itu menggangu deh. Sudah menjadi tugas penerjemah untuk bisa menerjemahkan dengan mengira-ngira tempat yang tersedia untuk tulisannya seberapa besar. Kalau tampaknya tidak cukup ya harusnya terjemahannya diperbaiki, jangan malah menggunakan singkatan.- Gege"
== Wah, kalau gitu aku ada alasan buat menjadikan lemari buku berisi kumpulan komik Tintin jadi peninggalan berharga,ya! :)
Karena selain udah ganti gaya bahasa, ada yang bertanya di milis soal mutu cetakan komik Tintin di bursa buku bekas, berikut jawaban dari moderator milis:
" Saat tahun 2005 Indira bangkit kembali, mereka mencetak seluruh 23 judul Tintin yg pernah Indira terbitkan. Alph Art tidak, krn belum pernah sebelumnya diterbitkan. Bbrp tahun sebelumnya Indira tertimpa musibah, yaitu kantor dan gudangnya terbakar. Seluruh film master musnah dan yg selamat hanya bbrp termasuk Tintin. Itupun kondisinya tidak sempurna.
Indira sudah memperpanjang kontrak dgn Casterman dan dijanjikan file master Tintin dlm format data. Bukan film. Adanya format data dipastikan kualitas gambar serupa dgn versi aslinya. Namun hingga 2 bulan menjelang peluncuran, CDR tidak kunjung tiba. Indira mengambil keputusan utk mencetak seluruh Tintin menggunakan film master yg tidak terlalu bagus itu (sebagian scan dari komik). Tintin di Tibet tidak dicetak krn film masternya ngga bisa dipakai. Jadi total ada 22 judul yg dicetak ulang.
Ke-22 judul itulah yg beredar hingga hari ini, jika masih ada. Ke-22 judul itu tampilannya tidak meyakinkan dan terkesan bajakan. Baru belakangan Tibet dicetak menggunakan data CD dan hasilnya memang cemerlang.
Jadi saya yakin komik2 Tintin yg teman2 yakini sbg bajakan itu 9krn kualitasnya jelek), sebenarnya adalah asli.
Di kemudian hari, Casterman menegur Indira krn hasil Tintin tidak memenuhi standar Casterman. Well, itulah akibatnya jika Casterman ngirim CDR aja lelet. Buruknya cetakan Indira itulah yg menjadi pemicu putusnya kerja sama sejak Rahasia Pulau Hitam terbit tahun 1974
Iya sayang ya? Kadang urusan kirim2an data aja jadi bikin ribed (inget urusan kiri CD cover novel yg udah mahal, tak kunjung tiba pula).
Gue bersyukur Tintin gue masih lengkaaaaap yg jaman dulu. Yg terbitan GPU sekarang formatnya kecil pula, susah bacanya (mata gue udah mulai sutur juga). Dan emang agak janggal dengan terjemahan langsung dari Belgia karena kita udah kebiasa sama versi Inggris ya?
Nah, Kepiting Bercapit Emas belum terbit, pengen nunggu nih karena di sini Tintin pertama kali ketemu capt. Haddock. Seperti apa sumpah serapah sang kapten? Apakah masih mempertahankan versi lama? Atau diganti? Kayaknya kalo diganti, kita2 yg angkatan 70-80an susah buat beradaptasi ya?
Nah, Kepiting Bercapit Emas belum terbit, pengen nunggu nih karena di sini Tintin pertama kali ketemu capt. Haddock. Seperti apa sumpah serapah sang kapten? Apakah masih mempertahankan versi lama? Atau diganti? Kayaknya kalo diganti, kita2 yg angkatan 70-80an susah buat beradaptasi ya?
Thanks Ne liputannya... Mungkin sebaiknya aku beli yang bahasa Inggris aja deh... Hihihi... Maaf ya GPU, abis kmaren pas liat sekilas iyaaa bener tulisannya kecil2 banget... Padahal belom waktunya pake kacamata plus lhoo...
Ya, aku ngga rela kalau umpatan Haddock berubah...udah kadung nyaman ngumpat pake: "Seribu juta topan badai!!!"
Maling jemuran! Babon bulukan! Kekekekek...
Gue baru beli yg Tintin di Congo dan Tintin di Sovyet, Ne, karena yg dua itu yg gak diterbitin Indira dulu kan? Makanya gak pernah punya. Kertasnya sih bagus banget, kualitas cetakannya juga top. Tapi ya itu, karena perubahan dari versi Inggris ke versi Belgia jadi agak sulit adaptasinya di otak.
nimbrung ah, iya aneh yang baru mah, tulisannya terlalu kecil, terlalu rapih, fonts banget.. cetakannya emang bagus banget.. yang GPU cuma beli yang soviet, congo aja.. soalnya yang Indiranya saya gak punya.. Alpha - Art itu tentang apa sih..
Tintin and Alph-Art (Tintin et l'alph-art) was an unfinished book in the Tintin series. It was being worked on by Herge at the time of his death. The plot involved "alph-art", artworks based on letters of the alphabet.
Left unfinished when he died in 1983, Hergé’s last episode, Tintin and Alph-Art (published in 1986), was to describe the occult world of sects. It was also going to send Tintin wandering into the world of modern art and avant-garde. Although the posthumous album only presents the scenarios and sketches of an interrupted tale, it is however the testimony of the extraordinary narrative and graphic talent of Hergé.
aku lebih suka yang indira kalo gitu, btw dulu tanteku jadi salah satu penerjemahnya tintin versi indira, salah satunya tintin dan bintang jatuh...ngomong2 minggu lalu aku baru beli tintin yang egmont yang 4 in 1, yang ada alpha art...lumayan empat cerita dalam 1 buku, jadi satu buku/ceritanya 42.500 rupiah...soalnya pegel baca pdfnya...dan ada alphaa art yang palsu sepertinya di internet, soalnya beda ama yang di versi egmont yang aku beli....oh senangnya...
to mbak poppy--serius, donna mau jadi pembicara? dia yang nerjemahin ya? astaga ibu yang satu itu, baru beranak juga...
Tadinya Mbak Dini, tapi dia jiper...hehehe. Iya emang Donna yg nerjemahin, makanya kayaknya dia yg bakal jadi pembicara. Belon ada kabar lagi sih, ntar tanya lagi ke Mbak Dini deh.
salah satu jawaban GPU : "/Casterman maunya GPU menggunakan nama-nama di edisi bahasa Prancis (aslinya)/ /atau membuat nama-nama versi GPU sendiri../" saya lihat ini kebijakan yg aneh...
jadi saya pikir kalau nama tintin dirubah oleh GPU jadi ujang, milo jadi guguk, haddock jadi si kumis... dll.. , Casterman tidak melarang ya, haha.. apa gak semakin berantakan tuh tintin..., atau sedemikian bencinya casterman dengan bahasa inggris... , hanya Tuhan yang tahu...
salah satu jawaban GPU : "/Casterman maunya GPU menggunakan nama-nama di edisi bahasa Prancis (aslinya)/ /atau membuat nama-nama versi GPU sendiri../" saya lihat ini kebijakan yg aneh...
jadi saya pikir kalau nama tintin dirubah oleh GPU jadi ujang, milo jadi guguk, haddock jadi si kumis... dll.
Tapi akhirnya ngag seperti itu kan? *soalnya belum beli versi GPU*
ada gak yah yang bisa menghubungkan saya dengan pemilik penerbit Indira .... ? karena saya penggemar TINTIN berat, maka saya coba bikin komic mirip tintin tapi dengan setting seluruh wilayah indonesia, ..... KISAH PETUALANGAN TITO ......... barangkali beliau mau menerbitkan dan membiayai seluruh prosesnya, mohon di bantu ? remingtonsant@yahoo.co.id
ada gak yah yang bisa menghubungkan saya dengan pemilik penerbit Indira .... ? karena saya penggemar TINTIN berat, maka saya coba bikin komic mirip tintin tapi dengan setting seluruh wilayah indonesia, ..... KISAH PETUALANGAN TITO
Wah, saya penggemar berat Tintin, dan saya menyayangkan kalau ada komik lokal yang dibikin mirip2an ama Tintin. Kenapa ngga bikin karakter sendiri?