
Terinspirasi oleh
Dydy yang menulis masa kecilnya, jadi pengen cerita masa kecilku dulu.
Bisa dibilang aku punya masa kecil bahagia. Setidaknya aku hanya ingat di Cilacap aku bersekolah si TK Pius dengan suasana Katolik yang menyenangkan.
Tahun 1982 aku mengikuti keluargaku pindah ke Medan. Kota ini lebih besar jelas, dibandingkan Cilacap. Dan lebih ramai. Aku harus terkaget-kaget dengan budaya berbeda, dimana logat Cilacap-an ku selalu ditertawakan, dan aku merasa aneh mendengar logat Medan teman-teman sekolahku yang baru. Semua pakai akhiran-
la. Sini,la! Ambil, la! Sekarang, la!
Belum lagi mati gaya dan bingung kalau mereka pinjam penggarisanku. Karena di Medan disebut dengan
Rol atau
Belebas.Kalau aku pakai anting-anting, disebutnya aku pakai
kerabu. Banyak deh istilah yang semula asing terdengar di telinga.
Aku serasa jadi alien di negara sendiri,hahahah!

Aku betah tinggal di Medan, meski dulu aku adalah anak yang sakit-sakitan. Ya, aku mengidap asma dari kecil, dan pas tinggal di Medan rasanya sering kambuh. Aku sering bolak-balikke RS. Elizabeth, dan berobat ke sana-sini. (Ternyata baru cocok dengan pengobatan akupunktur)...
Tanyalah pada temanku Rina, yang mengaku tidak merasa pernah duduk sebangku denganku (hahaha..saking dalam seminggu aku hanya masuk separo-nya). Aku juga teringat Sahara (nama samaran), yang dengan semena-mena di depan teman-teman sekelas menyuruhku ganti nama karena sering sakit (padahal kan aku suka namaku!) hihi..dulu sih rasanya sakit hati, sekarang jadi geli pas inget.
Karena keterbatasan kondisi fisik, aku juga jadi ngga bisa olahraga, dan jadi ngga suka olahraga. Bermain kasti adalah siksaan. Apalagi kalau harus lari keliling lapangan
A.Yani yang buatku dulu luaaas...sekali!
bayangkan aja dengan foto yang diambil saat terakhir aku ke sana. Rasanya taman ini dulu jauh lebih rindang dan masih banyak pepohonan yang berukuran besar.

Yang membuatku bertahan melalui masa kecil kurasa adalah aku punya keluarga yang hangat, meski sedikit sekali teman bermain. Tapi aku masih berhubungan lho, dengan teman-teman SD-ku. Kami punya milis sendiri buat alumni SD Harapan 2 angkatan lulus 1988. Ada yang kenal?
Aku juga senang karena meski jarang masuk sekolah aku rajin mewakili sekolah di beberpa lomba gambar (jadi banyakan jalan-jalan daripada di kelas, heheh).
Cerita nostalgia lain dan kesanku tentang Medan
bisa dibaca di sini :)
<a>Addendum:</b>
Siapa yang sangka, sekarang aku menikah dengan teman sekelas SD, dan satu kantor juga ama teman SD lain kelas..Hmm..kebetulan yang aneh!