published 2008 by Gramedia Pustaka Utama
binding Hardcover
isbn 1407104993 (isbn13: 9781407104997)
pages 215
Fact: Around 1,700 children are diagnosed with cancer every year.
Fact: More than 7 out of 10 children are cured – nearly 3 out of 10 children die.
Fact: Nearly 25% of childhood deaths are caused by cancer. Of all childhood cancers, leukaemia is the biggest killer.
Fact: We don’t like to talk about death – particularly the death of children.
Fact: We don’t like facing facts.
But Sam does!
From Sam and the rich cast of characters we learn not only what it’s like to have cancer but also how people react to terminally ill children: the almost suffocating concern of his Mum, the denial of the situation of his Dad, the everyday ordinariness of eight-year-old sister Ella who cannot understand why Sam gets special attention, and the no-nonsense Grandma, whose down-to-earth approach consistently reassures everyone.
We owe it to our children to talk about the facts of dying – and not just in the context of badgers or elderly relatives. Children aren’t afraid of the facts, and nor should we be. Sally Nicholls has made a brilliant start at addressing what should not be a taboo subject in the world of children’s books.
--
Sam penasaran tentang hantu dan UFO---dan kematian. Sam mengidap leukemia. Sebentar lagi dia akan mati. Dan kematian adalah salah satu fakta kehidupan.
Ways To Live Forever adalah buku harian Sam yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Pandangannya yang jernih tentang kehidupan dan kematian membuat kematian menjadi hal yang tidak lagi tabu dibicarakan.
Anne's reviewBuku ini sebetulnya manis sekali. Aku jatuh cinta ama buku ini pas membaca sinopsis di sampul belakangnya, tentang kematian di mata anak kecil penderita leukemia. Siapa bilang kematian itu mengerikan? Siapa tahu malah asyik, dan seru?
Seperti komentar Granny di buku ini," ..Kematian itu seperti ulat dalam kepompong. Kalau takut keluar dari kepompong, kapan bisa berubah jadi kupu-lupu yang cantik?"
Mungkin kalau lihat versi aslinya lebih jatuh cinta lagi (karena sampul terbitan GPU ngga cukup menggambarkan kisah tentang Sam dan kematian).
Penasaran aja ama jalan ceritanya, karena kebetulan beberapa hari terakhir ini aku membaca banyak obituari, dan konsep kematian bagi anak kecil adalah sesuatu yang hampir tidak pernah diangkat di buku (setidaknya aku baru baca yang ini).
Tutur cerita dan penggambaran karakater Sam begitu mengalir. Ada beberapa adegan yang bagiku sangat personal dan digambarkan begitu indahnya. Saat tokoh Dad -sang Ayah- yang selama ini dingin dan apatis (karena dia sendiri sebetulnya selalu menyangkal akan kesehatan Sam yang memburuk) menajdi ayah yang begitu hangat dan penuh kasih sayang ketika mendampingi Sam tertidur. Aku jadi inget waktu aku masih kecil terserang asthma yang cukup berat dan bikin tidak bisa tidur..Papa bangun dan menjagaku :'(
Visit the website:
http://www.sallynicholls.com/books/waystoliveforever.php