♥ Anne's posts with tag: buku
 Sudah waktunya. Buku-buku dalam lemari di rumahku itu harus kukeluarkan dan kurapikan. Lalu harus aku daftar ulang lagi. Kususun lagi sesuai genre-nya. Aku kan pelupa. Mumpung ingat aku meminjamkan dua buah buku ke Wahyu ( Dragon Keeper dan Ramadhan di Jawa), lalu ada buku yang masih di Poppy ( Expletive Deleted: A Good Look at Bad Language) Padahal siapa tahu banyak harta karun terpendam di lemari itu (pastinya sih ada). Hmm..nanti kalau udah beberes mungkin bisa pamer. Heheh!
 | Category: | Books | | Genre: | Travel | | Author: | Trinity |
Buku yang bagus dan bisa jadi guide tidak resmi bagi yang senang bepergian dan akan pergi ke luar negri. bahasanya ringan dan kocak. selalu menemukan sisi lain yang menarik dari suatu tempat..bisa hal yang lucu, menjijikkan, menyenangkan, serem..semuanya. IMHO, Naked Traveler ini memang bukan buat panduan jalan-jalan, lha wong memang berasal dari jurnal pribadi. jadi ngga heran kalau banyak pengalaman personal dilihat dari kacamata Trinity. Menurutku asik-asik aja baca buku ini, (one of my fave, actually) karena tiap orang mengalami pengalaman dan punya kesan yang berbeda di tiap perjalanan liburannya. Buatku yang jarang jalan-jalan buku ini jadi menyenangkan, serasa mendengarkan teman/sodara pulang bepergian.. Sayang ngga sempat nonton Empat Mata, jadi aku ngga bisa lihat orangnya kayak apa. Kayaknya sih emang cuek banget ya, kalau dari yang kubaca di buku. Trinity nama samarannya. Cewek ini backpaker asal Indonesia yang udah melanglangbuana dan mendokumentasikan perjalanannya dalam bentuk catatan. Menarik sekali isinya. Lugas, kocak, apa adanya. Sayang, dengar-dengar dari bukunya yang udah terbit ada kena sensor. Penasaran, kan? :) 
 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Tita Larasati |
Curhat is abbreviation of curahan hati (bahasa Indonesia)= pouring one's heart out, expressing one's feeling, etc.
This is a fun graphic diary made by an Indonesian woman, a lecturer, a wife, a mother of two kids who wants to share her joy of life.
I love this book, because it is so honest, and spontaneous. If you are a mother you must share the same feelings like her. If you are Indonesian, you must also think like her.
Tita made us a big mirror for all us to ponder as Indonesian citizen :) 
 Sementara semua bangsa panas gara-gara aksi menghebohkan Geert Wilders..mengingatkan aku pada Wilder yang lain. Buat kalian yang besar ditahun 80-an pasti ingat film keluarga Wilder yang baik hati. Sederhana, bersahaja, dan selalu menanamkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Kayak apa ya, si Geert Wilder dibesarkan? Tidakkah ia diajari oleh ibu-bapaknya bahwa semua manusia di mata Tuhan adalah sama? Anjing menggonggong kafilah berlalu. Kangen deh nonton film Little House in The Prairie lagi.. Ngga pernah gerah kalau menonton filmnya..ngikutin ceritanya.. I miss Little House on The Prairie.. I miss the Wilders, not that Wilder :P
| Start: | Apr 23, '08 05:00a | | End: | Apr 27, '08 | | Location: | Museum Bank Mandiri, Jakarta Pusat |
Forum Indonesia Membaca bekerja sama dengan sejumlah pihak menghadirkan kembali: WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008 23 - 27 APRIL 2008 MUSEUM BANK MANDIRI JAKARTA Workshop Creative Writing bersama Caroline Philipps (Jerman) dan Asma Nadia (Indonesia) Konferensi Pers, 16 APRIL 2008 Library on the street, 30 Maret 2008 8 - 11 MEI 2008 MUSEUM NASIONAL YOGYAKARTA Informasi dan konfirmasi lebih lanjut hubungi: Sekar (Sponsorship) - 0856 8056192 atau 021 70030093 Lilis (Media) - 0812 8090097 Nia (Sekretariat) - 021 70030096 atau 021 7941328 Mahmudin (Acara) - 0817 9249345 Diah (Kepesertaan) - 0818 08427000
Link: http://www.worldbookdayindonesia.blogspot.com/Forum Indonesia Membaca bekerja sama dengan sejumlah pihak menghadirkan kembali:
WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008 23 - 27 APRIL 2008 MUSEUM BANK MANDIRI JAKARTA Workshop Creative Writing bersama Caroline Philipps (Jerman) dan Asma Nadia (Indonesia)
Konferensi Pers, 16 APRIL 2008
Library on the street, 30 Maret 2008
8 - 11 MEI 2008 MUSEUM NASIONAL YOGYAKARTA
Informasi dan konfirmasi lebih lanjut hubungi: Sekar (Sponsorship) - 0856 8056192 atau 021 70030093 Lilis (Media) - 0812 8090097 Nia (Sekretariat) - 021 70030096 atau 021 7941328 Mahmudin (Acara) - 0817 9249345 Diah (Kepesertaan) - 0818 08427000
 Are you a book worm? And want to share the great things on reading? Here's how to create a household full of lifelong readers :
- Be a reading role model
- Spend more time at the bookstore
- Use books with strong visuals
- Read to your child every day
- Keep TV watching to a minimum
- Move from the book to the real world
- Connect reading with the things they love
- Sing a song … act it out
- Keep books in your car
- Reading: It’s not just for bedtime anymore!
Source: She Knows.comTapi memang ampuh deh cara di atas untuk sukses menjadikan anak senang membaca. Aku malah sedih kalau ngobrol ama anak-anak murid yang ngga pernah ngerti asiknya baca buku karena lebih milih maen PS dan nonton sinetron anak atau lomba-lomba nyanyi ga jelas (bagiku sih ga jelas...heheh) You are what you read, itu berlaku buatku. hehehe...How about you?
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Karla M. Nashar |
http://karlamnashar.blogdrive.com/Inilah contoh yang baik kalau ilustrasi buku yang indah, sekaligus mengangkat isi cerita. Inti cerita buku ini sederhana: mengenai cinta dua dimensi berbeda. Kesan roman klasik-nya sih udah kerasa begitu lihat sampul bukunya. Don't judge the book by its cover. tapi itulah yang terjadi pas aku beli buku ini. Aku suka ilustrasi bukunya .. Ternyata buku ini banyak mengingatkan aku dengan film Kate and Leopold (Meg Ryan dan Hugh Jackman). Setting ceritanya aja yang berbeda. Menceritakan Tara, gadis yatim piatu yang terpaksa jadi tour guide dadakan buat pasangan peneliti sejarah asal Belanda bernama Mr & Mrs Groonevelt. Pasangan ini ingin meninjau museum-museum bersejarah yang ada di Jakarta. Mengingat kondisi keuangan yang cukup mencekik, Tara pun menerima tawaran pekerjaan ini walaupun ia belum berpengalaman sebagai guide. Perjalanan ke museum ternyata menjadi awal pertemuannya dengan Pieter. Pieter adalah pria menarik asal Belanda yang bertemu Tara di sebuah museum besar di Jakarta. Pieter Van Reissen, adalah aristokrat muda Belanda yang datang ke Batavia pada tahun 1905. Dan di masa lalu itu, Pieter memiliki kisah cinta dengan gadis pribumi bernama Yasmin. Cinta Pieter dan Yasmin berkembang kuat, namun tragedi terjadi. Cinta telah direnggut paksa oleh orang-orang di sekitar mereka. Lalu apa hubungan Tara dan Yasmin? baca aja bukunya..aku juga belum selesai baca..hihihi.. 
Launching HP7 Indonesia
GPU (penerbit HP7 Indonesia) bekerjasama dengan Milis Indo-HarryPotter dalam acara Launching HP7 Indonesia "Harry Potter dan Relikui Kematian".
++ Sekadar info, harga buku "Harry Potter dan Relikui Kematian" Hard cover 195.000, keluar tgl 13 Januari. Soft cover 159.000, keluar tgl 26 Januari ++ Acara yang diberi nama "Cathing Harry" berbentuk seperti reality show 'Amazing Race' atau permainan mencari harta karun.
Partisipasi berbentuk tim yang akan menjelajahi Jakarta untuk mencari petunjuk, menghadapi challenge, dan akhirnya menemukan buku HP7 terbaru. Juga akan ada games Quidditch, quiz, dan lomba kostum.
Acara berlangsung pada: Tanggal: Sabtu, 12 Januari 2008 hingga launching pada Minggu 13 Januari 2008 pukul 00.00 WIB. Tempat: Berawal dari halaman Kantor GPU, di kompleks Kompas-Gramedia Palmerah Pendaftaran: Setiap tim terdiri dari 7 orang, membayar Rp 70.000 (jadi cuma 10.000/orang!) mendapatkan kaos, stiker, bendera. Lebih baik bila tiap team peserta menyediakan mobil pribadi untuk memudahkan mengikuti permainan. Tiap mobil akan diberi stiker tanda peserta. Peserta terbatas. Mau info lebih lanjut atau mendaftar sebagai peserta Catching Harry dalam acara Launching HP7 hasil kerja bareng IHP dan Gramedia Pustaka Utama?
Pendaftaran mulai dibuka di stand Milis IHP di Indonesian Consumunity Expo, Sabtu 15 Desember 2007 di Parkir Timur Senayan.
Atau baca keterangan lengkap di pensieveihp.multiply.com Info lengkap: Ketik: INFO<spasi>HP7<spasi>CATCHINGHARRY> indoharrypotter@yahoo.com ~Divisi Acara Milis IHP
Be there! Acara ini adalah salah satu acara pamungkas UI Book Fest 2007. Ikatan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (IMASIP) Universitas Indonesia dengan bangga kembali menghadirkan UI BookFest 2007 bertema "Book & life Style", sebuah event tahunan yang mengedepankan konsep edutainment di dalam setiap kemasan acaranya. Info lengkap dan jadwal acara UI Book Fest 2007 ada di situs http://uibookfest2007.tk/ Semakin meningkatnya minat baca masyarakat Indonesia akan buku, maka semakin banyak pula komunitas-komunitas yang terbentuk. Komunitas ini merupakan satu wadah yang menampung para pecinta buku. Ada yang berkisar pada subjek tertentu bahkan hingga menamakan komunitas mereka pada buku tertentu. Dan tidak sedikit yang eksistensinya sangat popular di masyarakat. Acara ini akan membahas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas pecinta buku dan menggali sejauh mana komunitas tersebut mempengaruhi kehidupan para anggotanya. Talkshow yang bahas soal komunitas di Indonesia ini akan diadakan hari Sabtu, 17 November 2007, pk.13.00-15.00 WIB. Tempat Acara: Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Para panelis adalah: - Komunitas Pecinta Pramoedya Ananta Toer (tentative) - Eorlingas: The Indonesian Tolkien Society: Riri - Paguyuban Indo Karl May: Pandu Ganesha - Indo Harry Potter mailing list /milis IHP : Anne Lumos *nunjuk diri sendiri Moderator: Poppy D.Chusfani (pengarang buku Bookaholic,dan penerjemah) -- Oya, Toko Kelontong Sihir dan atau milis IHP akan buka stand lho!! Datang ya..kapan lagi ,ilis IHP duet lagi bareng Eorlingas..sudah terbukti kemesraan dua komunitas ini di World Book Day 2007 kemarin ;)
Aku lagi re-run kenangan lama cerita itu lewat buku serialnya. Kebetulan dapat dari BPK dan aku ngga menyia-nyiakan kesempatan baca dan mengingat lagi semua karakter keluarga Ingalls yang sederhana dan bersahaja. Keluarga Ingalls yang selalu digambarkan bersemangat dan tidak pernah putus asa dalam menghadapi masalah, keluarga yang selalu hangat dimana peran Ma sebagai ibu yang bersuara lembut namun tegas, Pa sebagai ayah penyayang, yang melindungi keluarga dan selalu bekerja keras, dan anak-anak Ingalls yang banyak membuatku nyaman dan ingin sekali punya keluarga seperti mereka. Seri favoritku adalah saat Laura mulai belajar mengajar beneran sebagai guru saat musim dingin yang panjang. Juga cerita masa perkawinannya dengan Almanzo Wilder di seri Empat Tahun Pertama, dimana digambarkan ketabahannya sebagai istri dan wanita muda mengelola rumah tangga yang baru dan tidak selalu mulus jalan kehidupannya. The Little House series (also known as "Laura Years") dibuat berdasarkan rangkuman kenangan puluhan tahun dari masa kanak-kanak Laura Ingalls Wilder di kawasan Midwest -Amerika Serikat pada masa akhir abad ke-19. Bisa dibilang mereka adalah keluarga perintis yang membuka kawasan baru benua Amerika di awal kemerdekaan negara itu. Buku yang paling terkenal adalah seri Little House on the Prairie. Buku itu diceritakan dari sisi pihak ketiga, dimana Laura Ingalls berperan sebagai karakter utama dan protagonist, dan pada umumnya masuk kategori buku fiksi sejarah daripada autobiografi, meski buku-buku terakhir serial tersebut murni autobiografi. Di sini bisa dilihat kekerabatan dan pohon keluarga Ingalls. Kisah nyata keluarga Laura Ingalls Wilder ini dibukukan dan mendapat sambutan luar biasa ketika akhirnya dibuat serial teve, dibintangi oleh Mellisa Gillbert sebagai Laura. Aku sendiri dulu sempat berkeinginan punya anak bernama Laura, karena karakternya yang lucu, ceria, santun, ringan tangan dan tidak mudah menyerah. Ini serial lengkap buku ini: - Little House in the Big Woods (1932) /Rumah Kecil di Rimba Besar
- Farmer Boy (1933) - about her husband's childhood on a farm in New York
- Little House on the Prairie (1935) /Rumah Kecil di Padang Rumput
- On the Banks of Plum Creek (1937) /Di Tepi Sungai Plum
- By the Shores of Silver Lake (1939) /Di Pantai Danau Perak
- The Long Winter (1940) /Musim Dingin Yang Panjang
- Little Town on the Prairie (1941) /Kota Kecil di Padang Rumput
- These Happy Golden Years (1943) /Masa-masa Bahagia
- The First Four Years (1971)/ Empat Tahun Pertama, Unedited and published posthumously, possibly intended as a book in the series, possibly intended as a separate novel for adults - Laura never developed the manuscript beyond a first draft, and her ultimate intent is not known.
Buat yang sebaya denganku, mungkin kalian sempat ya ngikutin serial teve Little House in The Prairie di TVRI sekitar tahun 1974-1983 (on air di NBC) . Tayangan saat itu adalah adaptasi bebas dari buku novel the Little House on the Prairie. Michael Landon sebagai Pa/Charles Ingalls, Karen Grassle sebagai Ma/Caroline Ingalls, Melissa Gilbert sebagai Laura Ingalls, Melissa Sue Anderson sebagai Mary Ingalls (di serial ini digambarkan cantik sekali dengan matanya yang biru!), and the twins Lindsay and Sidney Greenbush (credited as Lindsay Sidney Greenbush) sebagai Carrie Ingalls. Beberapa karakter memang fikitif, karena pada kenyataan ada saudara lelaki Laura yang meninggal saat bayi, misalnya Albert (Matthew Laborteaux), yang diadopsi keluarga Ingalls karena ia yatim piatu. Aku baru tahu tahun 2005 keluar serialnya yang baru. Klik aja di sini kalau mau tahu beritanya.
 | Kreacher | Apr 30, '07 1:08 PM for everyone |
Kenal ama peri rumah (house-elf) ini? Namanya Kreacher.
Kreacher adalah House-Elf tua yang sudah melayani keluarga Sirius Black selama beberapa generasi. Ia setia pada ibu Sirius Black, yang sudah lama meninggal tapi potret dirinya masih menghantui number twelve, Grimmauld Place. Peri rumah penggerutu ini tidak pernah ramah pada anggota Orde of The Phoenix, dan menjadi kebiasaan buruknya untuk mengutil barang-barang kuno peninggalan majikan lamanya untuk disembunyikan.
Mungkinkah horcrux yang dicari Harry ada padanya?
 | Category: | Books | | Genre: | Reference | | Author: | Ben Schoen, Emerson Spartz |
Reading level: Ages 9-12
Paperback: 180 pages Publisher: Ulysses Press (November 20, 2006) Language: English ISBN-10: 1569755833 ISBN-13: 978-1569755839 Product Dimensions: 8.3 x 5.4 x 0.7 inches Shipping Weight: 7.2 ounces
===
Woohoo! Beli di Kinokuniya spesial buat mensukseskan acara talkshow milis IHP di World Book Day kemarin.
Memang isinya mengejutkan, dan teori yang ada semua masuk akal. Masih perlu pembuktian di buku HP ke-7, tapi bku ini lumayan banget buat jadi bahan acuan dan lumayan cuci otak. Hahhaa..Yang penting Snape rulez!!
Aku suka teori yang menyatakan bahwa salah satu Horcrux kalau ga dicuri Fletcher ya mungkin disimpan si Kreacher. 
 Aku senang sekali baca buku ini. Dan pas lihat di internet , ternyata udah dibikin filmnya. wah jadi penasaran, kayak apa ya. Lebih mengharukan, atau datar?
Buku ini berisi "kuliah" pribadi mereka yang berlangsung setiap hari Selasa. Guru dan murid ini membahas beberapa hal mendasar yang sering menjadi pertanyaan setiap manusia sebagai individu, misalnya tentang keluarga, makna hidup, ketakutan, perkawinan, hingga kematian.
Yang menarik, di buku digambarkan betapa Morrie, si kakek usia lanjut adalah guru sampai akhir. Sesi mengajar Mitch menjadi saat yang paling dinikmati, dan sejenak ia bisa melupakan sakit parahnya. Morrie mengajarkan kita untuk menerima keadaan sejelek apapun itu, dan tidak pernah berhenti mensyukuri hidup.
Filmnya sendiri dibintangi oleh Hank Azaria dan Jack Lemmon .
Category: Drama Region: 1,2,3,4,5,6 Format: DVD Year: TBC Distributor: MRA Languages: English Running Time: 86 mins
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Mitch Albom |
Tuesday With Morrie - Selasa Bersama Morrie by Mitch Albom
(terjemahan gramedia) Harga : Rp 35.000,- Ukuran : 13,5 x 20 cm Tebal : 209 halaman Terbit : April 2006 Soft Cover
Buku ini memperkaya batin. Sungguh. Melalui komentar dan ucapan Morrie, membuat kita bisa melihat dan menghargai hidup sebagai berkah dari Tuhan yang luar biasa karena dengan hidup kita berkesempatan melakukan hal-hal yang baik. Terutama, kala kita sedang menunggu ajal, kita bisa menerima waktu yang tersisa dengan lebih lapang dada dan damai.
Morrie yang menderita ALS digambarkan sebagai guru sejati yang tidak takut mati. Ia hanya takut kalau tidak ada orang yang mengenangnya, dan di saat-saat terakhirnya memberi kuliah pada Mitch,mahasiswa sosiologi, ia memberi banyak pengalaman hidup yang kaya dengan cara pandang yang berbeda dari orang lain.
Saat mengetahui bahwa Morrie, mantan profesor yang dikaguminya di Harvard, menderita penyakit yang merusak kerja sistem sarafnya, Mitch datang untuk menemuinya. Walaupun semula hanya bermaksud menepati janji untuk tetap saling mengabari, ternyata Mitch menemukan bahwa semangat dan cara pandang Morrie yang hidupnya tak lama lagi justru lebih berani dibanding orang lain.
Sejak itu dimulailah "kuliah" pribadi mereka yang berlangsung setiap hari Selasa. Guru dan murid ini membahas beberapa hal mendasar yang sering menjadi pertanyaan setiap manusia sebagai individu, misalnya tentang keluarga, makna hidup, ketakutan, perkawinan, hingga kematian.
--- tentang penulis:
Mitch Albom adalah penulis untuk Detroit Free Press, dan telah terpilih sebagai kolumnis olahraga Amerika Nomor Satu sebanyak sepuluh kali oleh Associated Press Sports Editors. Albom, seorang mantan musisi profesional, setiap hari menjadi pembawa acara pada suaut program radio di WJR, Detroit dan secara teratur tampil dalam acara ESPN, "The Sports Reporters." Selain Five People You Meet in Heaven dan Tuesdays with Morrie, ia juga pengarang Bo dan Fab Five, keduanya menjadi Best Seller di AS, dan juga telah menerbitkan empat kumpulan kolom-kolomnya. Ia tinggal bersama istrinya, Janine, di Michigan.

 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Will Eisner |
Writer/Artist: Will Eisner Price: $19.95 Publisher: Poorhouse Press ISBN: 0-9614728-1-2 With a career that spanned over 60 years, Will Eisner's achievements in the field of comics are almost too numerous to count. So, it is perhaps a little surprising that one of his most important works was not a comic, nor even a graphic novel, but something more conventional; a text book. Specifically, a text book on how to create comics, entitled COMICS AND SEQUENTIAL ART. The term 'sequential art', coined by Eisner, is an obvious and overt attempt to challenge the frivolous, humorous, childish and disposable connotations of the word 'comic', replacing it with a term that is more descriptive and perhaps a little more respectable. It might not seem very elegant, but it certainly served its purpose, challenging prevalent assumptions about what comics were. First published twenty years ago in 1985, COMICS AND SEQUENTIAL ART entered a very different comics marketplace from the one that we know today. MAUS, WATCHMEN and THE DARK KNIGHT RETURNS had not yet had an impact on public perception of comics, and the medium was still widely regarded as consisting entirely of unsophisticated sub-literature designed for children. For this reason, COMICS AND SEQUENTIAL ART is probably equally as important as a milestone of how comics regarded themselves as it is as a guide to the many ways in which comics can and do work. Eisner held a lifelong conviction of comics' intrinsic worth as an artistic medium. Drawing on his own considerable experiences as a cartoonist, as well as his seventeen years teaching at the School for Visual Arts in New York, Eisner set out to create a guide to how comics work so he could prove it. source: http://www.ninthart.com/
Lagi mood ngetik yang panjang nih.
Kemarin malam aku susah tidur. Kalau sudah gitu, biasanya aku ngubek lemari buku dan melihat buku bacaan novel ataau komik yang paling pas buat mengantar tidur. Biasanya suamiku Oscar memang tidur lewat tengah malam karena larut dalam keasikannya menyelesaikan kerjaan figurine di bengkel kerjanya.
Setelah hampir memutuskan membawa koleksi komik Tintin, aku akhirnya merasa lebih pas untuk membaca ulang buku Totto-Chan. Tau kan kisah Totto-Chan? Gadis kecil periang yang bersekolah di gerbong kereta?

Membaca buku itu mengantarkanku pada kenangan masa kecil. Apa kira-kira kenangan yang aku rekam dan bisa aku rangkum untuk sebuah buku? Apa kejadian yang mengesankan? Aku cuma berhasil menangkap beberapa kilasan, seperti potongan-potongan film pendek yang tidak berurutan.
Aku masih ingat dulu sekolah di TK Pius di Cilacap. Dengan pengajar dari kalangan suster, jadi guru TK-ku adalah para suster katolik. Aku ingat pertama kali melihat patung Bunda Maria yang cantik, doa pagi sebelum memulai pelajaran (jangan tanya bagaimana, aku ngag ingat kecuali dulu diajari bikin salib sebelum berdoa, padahal aku Muslim, hihihi..) dan yang paling aku suka adalah waktu diperbolehkan main dengan kelinci -kelinci peliharaan yang menggemaskan di taman bermain sekolah.
Kalau di buku, Totto-Chan tiap hari pulang ke rumahnya naik kereta, dulu aku inget pernah pulang dianterin ibu guru suster naik becak. Soalnya Mama lupa jemput :D. Dasar masih kecil, ngga tau kalau ditanyain nomor rumah, cuma hapal bentuk rumah. Pas bu Guru nanya apakah rumahku yang dindingnya gedek, (dulu di daerah Gumilir banyak penduduk rumahnya sederhana), aku protes, "Bukan! Itu rumah orang kampung!" ...hihihihi...Soalnya memang dulu rumah orangtuaku satu-satunya yang pake dinding bata. Maklum, aku masih kecil.
Aku ingat kue lemper adalah bekal tiap pagi, karena daripada bawa bekal setangkup roti yang menurutku membosankan, lebih baik aku dibawakan 2 gulung lemper. Sementara di buku Totto -Chan ada upacara makan bersama dengan kebiasaan "makanan dari laut , dan makanan dari gunung". Aku sendiri dulu lebih suka main masak-masakan. Karena di rumah ngga ada perlengkapan main masak-masakan, aku senang banget bisa maen di sekolah, karena ada mainan tahu goreng, sementara kalau di rumah aku cuma modal daun mangkok dan petikan kuntum bunga buat 'bahan masakan'.
Kalau di Totto-Chan ada karakter guru yang disayang (Kepala Sekolah Kobayashi), dulu aku juga punya. Namanya pak Sjamwil Sawie (alm.?). Dengan perawakan yang besar, perut gendut dan suara yang menggelegar, sepintas bisa membuat anak-anak takut. Tapi karena air muka yang ramah dan pembawaan yang kocak, pak Guru ini cepat menjadi kesayangan teman-teman sekelas terutama aku. Tahukah kalian, apa isi laci mejanya di kelas? Segepok pensil warna warni, penghapus berbentuk lucu, buku notes..apa aja yang bisa dihadiahkan buat para muridnya yang rajin dan bisa menjawab pertanyaannya dengan benar. Pak Sjamwil juga mengizinkan buku tulis kita digambari, what a luxury for me!
Dulu aku anak yang ringkih sering kumat asthma-nya, jadi sering ga masuk sekolah. Suatu hari ternyata diadakan ulangan harian yang aku ga tau, ternyata tes perkalian yang belum sempat aku hafal. Karena nilaiku 0 (nol.null.nihil), aku nangis tersedu-sedu. hebatnya, pak Sjamwil ga langsung marah. Sore hari, dengan vespa tuanya dia mendatangi rumah orangtuaku dan menceritakan kejadian ini. Pak Guru tau aku ukan anak bodoh, tapi mungkin karena sering sakit pelajaran jadi tertinggal. Aku malu sekali waktu tu. tapi aku diizinkan untuk diberi ulangan susulan setelah aku dikasih waktu untuk menghapal luar kepala perkalian. Terima kasih Pak Sjamwil atas kepercayaan ini.
------
Judul Buku : Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela Penulis : Tetsuko Kuroyanagi Alih Bahasa : Widya Kirana Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2003 Harga : Rp. 30.000 (waktu itu th 2003)
|
|