♥ Anne's posts with tag: comic

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag comic
LinkSang KolektorJun 25, '08 6:28 AM
for everyone
Link: http://www.sangkolektor.i-dealogic.com/welcome/

Koleksi komik jadulnya luar biasa. Situs yang membawa kita bernostalgia tahun 80-an dengan komik-komik terjemahan dan ilustrator luar (banyakan dari Belgia atau Belanda).

Sayang kurang dilengkapi dengan info dimana bisa hunting komik itu. Mungkin kalau ada forumnya lebih oke.


Link: http://www.garenewing.co.uk/rainboworchid/index.php

Tintin lovers, read this article!

source from http://www.smallzone.co.uk/incoming.htm

The Rainbow Orchid, written and drawn by Garen Ewing, is a new and exciting comic strip adventure to be published by Egmont in 2009. The Rainbow Orchid will join the Tintin series on Egmont's publishing list. The Rainbow Orchid is the latest in a number of recent acquisitions by Egmont UK as it grows its share of the children's book market in the UK.

The Rainbow Orchid is an adventure story in the "Ligne Claire" style, the term given to the drawing style developed by Hergé and others in the 1970's.

Set in the 1920s, The Rainbow Orchid tells of the search for a mythical flower last mentioned by the ancient Greek philosopher and botanist, Theophrastus. The story's hero, Julius Chancer, is a determined adventurer who travels to the forgotten valleys of India to find the orchid while the villainous Urkaz Grope does everything in his power to stop him. The story will be available in three volumes, with book one publishing in 2009.


LinkJulian OpieJun 12, '08 5:51 AM
for everyone
Link: http://www.julianopie.com

Websitenya unik, kayak lagi masuk desktop komputer.

Kalau kalian penggemar Tintin, jangan kaget bukan cuma Peter Van Dongen yang adaptasi gaya gambar Tintin. Ada lagi ilustrator bernama Julian Opie.

Dia adalah seniman kontemporer asal Inggris. Ciri khas karyanya terletak dari penggambaran karakter yang dibatasi outline warna hitam dengan warna warna flat untuk bagian lainnya. Detailnya minimalis, untuk bagian mata cukup ditonjolkan dengan lingkaran hitam dan bayangan dari lubang hidung. Mirip penggambaran karakter Tintin.

Dia pernah datang ke Indonesia, salah satu karyanya mengenai karakter orang orang Bali.



Photo AlbumTintin (11 photos)Jun 12, '08 4:54 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Parodi Tintin

Banyak cara untuk mengagumi sesuatu. Bahkan dengan membaca parodi. Tanpa menghilangkan hormat saya pada Herge, link berikut hanya untuk berbagi kenangan saja...bahwa pada suatu ketika ada seorang Tintin yang dicintai penggemarnya:)

LinkPastiches of TintinJun 12, '08 4:30 AM
for everyone
Link: http://hikmatdarmawan.multiply.com/photos/album/38/LOST_ADVENTURES_OF_...

Banyak cara untuk mengagumi sesuatu. Bahkan dengan membaca parodi. Tanpa menghilangkan hormat saya pada Herge, link berikut hanya untuk berbagi kenangan saja...bahwa pada suatu ketika ada seorang Tintin yang dicintai penggemarnya:)

Buat Hikmat Darmawan, thanks for the link!


Blog EntryHow To Become A Famous BloggerMay 4, '08 11:43 PM
for everyone
cartoon from www.weblogcartoons.com

Cartoon by Dave Walker. Find more cartoons you can freely re-use on your blog at We Blog Cartoons.


Blog EntryTintin di IndonesiaApr 22, '08 4:22 AM
for everyone
Siapa Tantan? Siapa Kuifje? Siapa Tintin? Kalau Tintin mungkin semua orang tahu, dia wartawan Belgia berjambul yang selalu terlibat petualangan seru.

Useful links:
Thanks to Lala, aku jadi maen ke milis Tintin_Id lagi.
Lalu mau ngga mau maen ke sini juga: http://www.tintin.com/
dan melihat nama-nama karakter komik dalam berbagai bahasa di sini: http://www.cs.unimaas.nl/~wiesman/kuifjeindex/talen.htm
dan membandingkan cover komik lama dan baru di blog-nya Jaka Kandaga di sini.

Baru-baru ini Gramedia membeli hak peredaran komik Tintin Indonesia dari penerbit INDIRA dengan berbagai perubahan mendasar, misalnya nama-nama tokoh yang mengacu pada terbitan Perancis. Maklum, INDIRA mengacu pada Tintin terbitan Inggris (Egmont) . Terbitan Gramedia konon berubah untuk lebih mengacu pada edisi asli Belgia yang notabene penduduknya berbahasa Perancis.

Dulu, karakter yang kukenal dekat bernama Snowy, Prof. Calculus, Thompson dan Thomson, mungkin sekarang membiasakan diri dengan nama-nama baru. Misalnya:
-Snowy menjadi Milo (Perancis: Milou)
-Calculus jadi Lakmus (bahan kimia),
-Thompson dan Thomson jadi Dupont cs (Perancis: Dupond and Dupont)

Waah..susahnya..Gimana mungkin mengubah kenangan yang begitu berkesan?
Seperti mengutip ucapan pak Pandu dari Paguyuban Karl May yang juga pecinta Tintin,
"Aha, hijrahnya Tangtang (kok rasanya aneh ya? bukan Tintin) dari Indira ke Gramedia ini mengingatkan saya pada kasus Winnetou di Indonesia... Apalagi kalau penerjemah yang sekarang (usia 25-40 tahunan ) sama sekali tidak pernah membaca terjemahan yang versi dulu. Memang mahal kok harga suatu nostalgia itu."

Jawaban dari GPU seputar penggantian nama:
"Snowy adalah nama di Tintin edisi bahasa Inggris (penerbit Egmont),
sementara GPU punya kontrak dengan penerbit Tintin yg asli, yaitu Casterman,
untuk menerbitkannya dalam bahasa edisi aslinya, yaitu Prancis.

Milou diubah jadi Milo dengan pertimbangan Milo lebih mudah diucapkan
anak-anak sini karena pengucapannya sesuai penulisannya, sementara Milou kan
diucapkan Milu. Selain itu rasanya Milo sebagai merek susu cokelat sudah
cukup familier untuk anak-anak sini."

Aku sendiri sebetulnya berniat beli edisi terbaru terbitan Gramedia ini. Tapi sejak membaca ulasan teman-teman di milis Tintin Id, kok jadi ragu ya. Aku agak ragu bisa nyaman mengubah segala kebiasaan lama.

Apakah sumpah serapah Captain Haddock (nama barunya siapa ya?) akan diperhalus? Padahal aku suka banget " Billions of bilious blistering barnacles!"-nya!

Trus ada ganjalan soal penerjemahan Tintin Indonesia ini:

" Soal terjemahan GPU, emang rasanya singkatan-singkatan yang ada itu menggangu deh. Sudah menjadi tugas penerjemah untuk bisa menerjemahkan dengan mengira-ngira tempat yang tersedia untuk tulisannya seberapa besar. Kalau tampaknya tidak cukup ya
harusnya terjemahannya diperbaiki, jangan malah menggunakan singkatan.- Gege"

==
Wah, kalau gitu aku ada alasan buat menjadikan lemari buku berisi kumpulan komik Tintin jadi peninggalan berharga,ya! :)

Karena selain udah ganti gaya bahasa, ada yang bertanya di milis soal mutu cetakan komik Tintin di bursa buku bekas, berikut jawaban dari moderator milis:

" Saat tahun 2005 Indira bangkit kembali, mereka mencetak seluruh 23
judul Tintin yg pernah Indira terbitkan. Alph Art tidak, krn belum
pernah sebelumnya diterbitkan. Bbrp tahun sebelumnya Indira tertimpa
musibah, yaitu kantor dan gudangnya terbakar. Seluruh film master
musnah dan yg selamat hanya bbrp termasuk Tintin. Itupun kondisinya
tidak sempurna.

Indira sudah memperpanjang kontrak dgn Casterman dan dijanjikan file
master Tintin dlm format data. Bukan film. Adanya format data
dipastikan kualitas gambar serupa dgn versi aslinya. Namun hingga 2
bulan menjelang peluncuran, CDR tidak kunjung tiba. Indira mengambil
keputusan utk mencetak seluruh Tintin menggunakan film master yg tidak
terlalu bagus itu (sebagian scan dari komik). Tintin di Tibet tidak
dicetak krn film masternya ngga bisa dipakai. Jadi total ada 22 judul
yg dicetak ulang.

Ke-22 judul itulah yg beredar hingga hari ini, jika masih ada. Ke-22
judul itu tampilannya tidak meyakinkan dan terkesan bajakan. Baru
belakangan Tibet dicetak menggunakan data CD dan hasilnya memang
cemerlang.

Jadi saya yakin komik2 Tintin yg teman2 yakini sbg bajakan itu 9krn
kualitasnya jelek), sebenarnya adalah asli.

Di kemudian hari, Casterman menegur Indira krn hasil Tintin tidak
memenuhi standar Casterman. Well, itulah akibatnya jika Casterman
ngirim CDR aja lelet. Buruknya cetakan Indira itulah yg menjadi pemicu
putusnya kerja sama sejak Rahasia Pulau Hitam terbit tahun 1974

-Suryo"


ReviewReviewReviewReviewCurhat TitaApr 4, '08 1:46 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Tita Larasati
Curhat is abbreviation of curahan hati (bahasa Indonesia)= pouring one's heart out, expressing one's feeling, etc.

This is a fun graphic diary made by an Indonesian woman, a lecturer, a wife, a mother of two kids who wants to share her joy of life.

I love this book, because it is so honest, and spontaneous. If you are a mother you must share the same feelings like her. If you are Indonesian, you must also think like her.

Tita made us a big mirror for all us to ponder as Indonesian citizen :)


Blog EntryThe 99: Komik Islam UniversalOct 31, '07 11:29 AM
for everyone

Bukan maksud latah kalau kali ini aku nulis soal komik “The 99”. Aku sendiri bukan pengoleksi komik superhero.

Tapi ngga ada salahnya kalau aku coba merekomendasikan komik ini sebagai bagian koleksi Anda yang mungkin suka ama komik dan penasaran kayak apa sih komik karya Dr. Naif Mutawa yang kelahiran Kuwait ini.

Menurut Naif komik ini adalah metafora dunia Islam saat ini, meski mengambil awal cerita pada setting abad ke-13.

Komik "The 99" menceritakan tentang pahlawan-pahlawan super yang mendapat kekuatan dari permata nur yang diciptakan di Baghdad, Irak pada tahun 1258 Masehi. Pahlawan-pahlawan super itu bersatu untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera melawan tokoh antagonis Rughal dan antek-anteknya. Komik "The 99" memberikan ajaran positif bagi anak-anak dan remaja dari keluarga muslim. Isi komik itu diilhami ajaran agama Islam dan mengambil inspirasi dari 99 asma Allah SWT (asmaul husna).

Tokoh -tokoh komik ini berasal dari negara-negara yang memiliki komunitas Muslim. Jumlah tokoh pahlawan fiktif dari berbagai negara dalam komik itu antara lain bernama Raqib (Kanada), Widad (Filipina), Jami (Hongaria), Soora (AS), Darr (AS), Hadya (Inggris), Noora (Emirat Arab), Fatah (Indonesia), Bari (Afrika Selatan), Sami (Prancis), Jabbar (asal Arab Saudi yang kemudian bermukim di Prancis), dan Mumita (Portugal).

Dalam komik edisi perdana yang diberi judul "Legenda The 99 Dimulai" dikisahkan fakta sejarah ketika bala tentara Kerajaan Mongolia Hulagu Khan menghancurkan pusat pengetahuan dan kemajuan peradaban Islam di Baghdad pada tahun 1258. Dari fakta sejarah itu kemudian disisipi legenda yang mendasari komik ini bahwa terdapat sejumlah kaum terpelajar Huras Al-Hikma menyembunyikan informasi ilmu pengetahuan ke dalam 99 permata ajaib.

Mereka pun mendirikan benteng agung pengetahuan, Husn Al-Ma'rifa dengan memasang 99 permata itu pada kubah benteng. Benteng itu bertahan hingga 1491 dan kemudian runtuh setelah Rughal yang menjaga benteng itu ingin mendapatkan keajaiban dari permata yang memancarkan sinar (permata nur) itu.

Namun Rughal tak dapat ditemukan dan tak ada yang tahu apa yang terjadi padanya. Kaum Huras tercerai-berai ke seluruh penjuru dunia, permata-permatanya pun berserakan entah di mana, hingga zaman modern di era milenium ketiga.

Adalah Doktor Ramzi Razeem yang masih keturunan kaum Huras terus mencari permata-permata itu, hingga ia menemukan Jabbar, pemuda berperawakan raksasa yang memiliki kekuatan fisik luar biasa. Ternyata di dalam tubuhnya terkandung serpihan-serpihan permata tersebut. "Kita akan mengubah dunia," kata Ramzi kepada Jabbar yang menjadi "The 99" yang pertama.

Sayangnya pahlawan asal Indonesia bernama Fatah baru dapat dilihat pada komik edisi ke delapan. Konon Fatah memiliki kemampuan khusus untuk teleport dari satu tempat ke tempat lain/ ke dimensi lain. Dipilihnya Fatah untuk mengisi kurangnya ikon Islam pop modern yang berasal dari Indonesia.

Menurut Yudha Kartohadiprodjo dari Femina Group (selaku penerbit komik "The 99" di Indonesia), karakter Fatah akan berbeda dengan komik aslinya karena dalam komik edisi aslinya kurang sesuai dengan budaya Indonesia, sehingga perlu dilakukan penyesuaian karakter dan pihak Teshkeel menyetujui.

Komik "The 99" sekarang beredar di  delapan negara Timur Tengah, dan akan dirilis di Amerika Serikat dan Malaysia. Di Indonesia sendiri diterbitkan Oktober 2007.

Satu hal yang unik, para jagoan yang ada dalam komik tidak ada yang menggunakan jilbab/hijab. Menurut Yudha Kartohadiprodjo dari komik ini tidak dimaksudkan untuk menceramahi anak-anak untuk berlaku religius, tapi untuk melanjutkan nilai-nilai universal yang dimiliki Islam.

Aku sih setuju. Kamu?

BTW, aku udah beli komiknya di Gramedia. Rp.18.000 saja.

*disarikan dari berbagai sumber/  (AFP Photo: Adek Berry)

 

 

 


 


ReviewReviewReviewCOMICS AND SEQUENTIAL ARTFeb 12, '07 2:25 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Will Eisner
Writer/Artist: Will Eisner
Price: $19.95
Publisher: Poorhouse Press
ISBN: 0-9614728-1-2

With a career that spanned over 60 years, Will Eisner's achievements in the field of comics are almost too numerous to count. So, it is perhaps a little surprising that one of his most important works was not a comic, nor even a graphic novel, but something more conventional; a text book. Specifically, a text book on how to create comics, entitled COMICS AND SEQUENTIAL ART.

The term 'sequential art', coined by Eisner, is an obvious and overt attempt to challenge the frivolous, humorous, childish and disposable connotations of the word 'comic', replacing it with a term that is more descriptive and perhaps a little more respectable. It might not seem very elegant, but it certainly served its purpose, challenging prevalent assumptions about what comics were.

First published twenty years ago in 1985, COMICS AND SEQUENTIAL ART entered a very different comics marketplace from the one that we know today. MAUS, WATCHMEN and THE DARK KNIGHT RETURNS had not yet had an impact on public perception of comics, and the medium was still widely regarded as consisting entirely of unsophisticated sub-literature designed for children.

For this reason, COMICS AND SEQUENTIAL ART is probably equally as important as a milestone of how comics regarded themselves as it is as a guide to the many ways in which comics can and do work. Eisner held a lifelong conviction of comics' intrinsic worth as an artistic medium. Drawing on his own considerable experiences as a cartoonist, as well as his seventeen years teaching at the School for Visual Arts in New York, Eisner set out to create a guide to how comics work so he could prove it.

source: http://www.ninthart.com/


Blog Entry"My Darling Captain Hammock"Nov 17, '06 1:01 AM
for everyone

Masih ingat Bianca Castafiore? Itu lho,penyanyi opera di komik Tintin yang genit dan naksir berat ama Capt.Haddock. Nih, aku kasih gambarnya. Mungkin ada yang dah pernah liat ya..

Hehehe..aku baru aja dikasih cd berisi gambar scan semua komik Tintin, sampai ada komiknya yang terakhir sebelum si Opa Herge wafat. Iya, ini memang salah satu bentuk pembajakan hak cipta, tapi berhubung dikasih, masa' aku tolak? Hihihi!

Aku suka komik Tintin karena gambarnya edun. Mungkin pas alm.Opa Herge bikin hand drawing ga gitu bagus (baca: Tintin di Kongo), tapi pas udah ada team, menurutku detail gambar kota atau pemandangannya keren dan berkarakter.

Episode yang paling rame menurutku tetap yang Penerbangan 714, bukan karena Tintin mendarat di Cengkareng, tapi karena alur ceritanya paling seru! Kalau Tongkat Raja Ottokar juga favorite-ku, karena jarang2 lihat Tintin makan di restoran. Hahahhaa..menurutku baca komik paling seru adalah kalau ada adegan makan-makan..(itu sebabnya aku suka Asterix juga).

Jadi inget, pas aku perkenalkan Tintin ke keponakanku, katanya komik ini ngga rame karena terlalu serius bahasanya dan ga ada pacarnya..hihihihi..


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help