♥ Anne's posts with tag: kenangan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kenangan
Blog EntryNostalgia: Back to 1982Jun 20, '08 4:07 AM
for everyone
Terinspirasi oleh Dydy yang menulis masa kecilnya, jadi pengen cerita masa kecilku dulu.

Bisa dibilang aku punya masa kecil bahagia. Setidaknya aku hanya ingat di Cilacap aku bersekolah si TK Pius dengan suasana Katolik yang menyenangkan.

Tahun 1982 aku mengikuti keluargaku pindah ke Medan. Kota ini lebih besar jelas, dibandingkan Cilacap. Dan lebih ramai. Aku harus terkaget-kaget dengan budaya berbeda, dimana logat Cilacap-an ku selalu ditertawakan, dan aku merasa aneh mendengar logat Medan teman-teman sekolahku yang baru. Semua pakai akhiran-la. Sini,la! Ambil, la! Sekarang, la!

Belum lagi mati gaya dan bingung kalau mereka pinjam penggarisanku. Karena di Medan disebut dengan Rol atau Belebas.Kalau aku pakai anting-anting, disebutnya aku pakai kerabu. Banyak deh istilah yang semula asing terdengar di telinga.
Aku serasa jadi alien di negara sendiri,hahahah!

Aku betah tinggal di Medan, meski dulu aku adalah anak yang sakit-sakitan. Ya, aku mengidap asma dari kecil, dan pas tinggal di Medan rasanya sering kambuh. Aku sering bolak-balikke RS. Elizabeth, dan berobat ke sana-sini. (Ternyata baru cocok dengan pengobatan akupunktur)...

Tanyalah pada temanku Rina, yang mengaku tidak merasa pernah duduk sebangku denganku (hahaha..saking dalam seminggu aku hanya masuk separo-nya). Aku juga teringat Sahara (nama samaran), yang dengan semena-mena di depan teman-teman sekelas menyuruhku ganti nama karena sering sakit (padahal kan aku suka namaku!) hihi..dulu sih rasanya sakit hati, sekarang jadi geli pas inget.

Karena keterbatasan kondisi fisik, aku juga jadi ngga bisa olahraga, dan jadi ngga suka olahraga. Bermain kasti adalah siksaan. Apalagi kalau harus lari keliling lapangan A.Yani yang buatku dulu luaaas...sekali!
bayangkan aja dengan foto yang diambil saat terakhir aku ke sana. Rasanya taman ini dulu jauh lebih rindang dan masih banyak pepohonan yang berukuran besar.

Yang membuatku bertahan melalui masa kecil kurasa adalah aku punya keluarga yang hangat, meski sedikit sekali teman bermain. Tapi aku masih berhubungan lho, dengan teman-teman SD-ku. Kami punya milis sendiri buat alumni SD Harapan 2 angkatan lulus 1988. Ada yang kenal?

Aku juga senang karena meski jarang masuk sekolah aku rajin mewakili sekolah di beberpa lomba gambar (jadi banyakan jalan-jalan daripada di kelas, heheh).

Cerita nostalgia lain dan kesanku tentang Medan bisa dibaca di sini :)

<a>Addendum:</b>
Siapa yang sangka, sekarang aku menikah dengan teman sekelas SD, dan satu kantor juga ama teman SD lain kelas..Hmm..kebetulan yang aneh!


Blog EntryMood BoosterMay 27, '08 4:29 AM
for everyone
Mood booster ternyata bisa datang dari sebuah percakapan dengan teman lama. terlebih bila teman itu sudah lama tidak terdengar beritanya dan menyapa di saat tidak terduga.

Dan kelebihan sang teman ini adalah mengangkat topik yang tidak biasa dan menularkan gaya berbicara metafora. Seru juga.

Berikut hasil obrolanku:

Soal Teman Lama

Temanku: foto2nya amat bagus
Anne: hei hei hei
Anne: foto avatar?
Temanku: bukan, foto2 sr94 di aranolein. sangat berbicara
Anne: aku hanya ingin mengembalikan kenangan
Anne: since those are precious moments for me
Temanku: banyak di antara anak2 muda itu kini sudah jadi pesohor dan profesional andal
hebat sekali, i knew them once
Anne: iya pada hebat2 mereka
Anne: sekarang kita jadi apa ya?
Temanku: beberapa berkibar kencang di ranah global
Temanku: beberapa tak terlacak lagi rimbanya
Temanku: sisanya tidak jadi apa-apa
Temanku: semacam seleksi alam
Anne: tapi aku tidak percaya manusia tidak berarti buat yang lain
Temanku: life is never fair, yet it's negotiable. itu kata orang bijak
Anne: bahkan perannya yangsedikit pun ada pengaruhnya buat yang lain
Anne:  btw, sekarang apa kabar dirimu,kawan?
Temanku: oh itu tinjauan dalam, ne. yang diperhitungkan dunia kan tinjauan dangkal : sudah jadi apa, berapa gajinya, tinggal di mana, dst
Temanku: just plain, i guess. biasa2 saja, as always
Temanku: hihi..senang ngobrol denganmu selalu menapat pencerahan yang baru
Temanku: tapi soal tinjauan dangkal itu ...sebetulnya kita ngag perlu ambil pusing
Temanku: soalnya ngikutin cara berpikir tinjauan dangkal, kita jadi sama dangkalnya, bukan?
Temanku: tidak juga. tiap diri pada hakikatnya cerah cemerlang. cuma masalah polishing
---
Soal Menikmati Hidup

Temanku: bukan cuma sr94, setiap lingkar perkawanan memiliki mula dan achir. dari tidak ada akan kembali ke tidak ada
Temanku: manusia tumbuh dengan berubah. cara pikir, pola perilaku
Anne: aku tidak percaya ada akhir persahabatan
Anne: yang ada mungkin akhir pertemuan *halah!*
Anne: udah lama aku ngga ngobrol santai tapi dalam dan kaya siratan hihihihi!
Temanku: indahnya hidup ini karena ia sementara belaka. kita luangken waktu meni'mati indahnya bunga karena kita tahu umurnya tak 'kan lama
Anne: hihihi
Temanku: toh bunga plastik bisa diapresiasi kapan saja
---
Soal Hukum Alam

Temanku: hukum itu dengan kata lain mengataken: orang2 (yang dianggap) culun di sekolah ternyata saxes dalam hidup
Temanku: mereka adalah orang2 yang dulu biasa dipalak, dipaksa ngasih contekan, cintanya ditolak melulu, nilai olah raganya jelek sekali
Temanku: so typical
Anne: ah aku sih ngga
Anne: hihihi
Anne: jangan terlalu serius menilai hidup
Temanku: hanya mencoba jernih, ne.. biasanya sih percakapan seperti ini saya lakuken dengan ny. laras lumunon . beliau pribadi yang luas
--
Soal Selebriti

Temanku: ada yg mencoba merumuskan perbedaan selebriti dan sok selebriti: selebriti dicari kamera, "selebriti wanna be" mencari kamera
Temanku: sangat menggelitik kesadaran
Anne: apa salahnya menjadi selebriti?
Temanku: tak ada
Temanku: menjadi selebriti. tokoh, pemuka adalah prestasi. adalah pengangkatan oleh publik
--

Soal Pilihan

Temanku: bukankah tiap pecinta selalu menyanjung puja.. "darling, you're my ev'rything"?
Temanku: gua punya teman. dulu pernah sekantor. hubungan kami landai saja, pertemanan sambil lalu. tataran sosial minimalis
Anne: wait a minute. apa itu tataran sosialis minimalis
Anne: aku berasa sedang bicara dengan temanku Dewo yang hobi bicara bahasa dewa
Temanku: setelah dia keluar dan kami hanya berkomunikasi lewat ym, justru terasa lebih kenal
Temanku: teman asal kenal gitulah
Temanku: absurd juga, tidak bertemu langsung justru jadi baik
Anne: tapi bukankah selalu demikian, lama-lama yang tadinya biasa jadi tidak biasa?
Anne: dan bisa jadi yang jauh justru lebih baik?
Temanku: yup
Anne: yang penting kamu tetap memiliki teman yang baik
Anne: jauh, dekat, bekas musuh, atau bekas sahabat. Itu cuma tingkatan dan status,kan?
Anne: yang penting adalah yang kamu punya. yang bisa disyukuri hari ini 
Temanku: setelah perceraian, banyak yang bilang, "kami lebih cocok jadi teman daripada pasangan, too bad we took so much time to figure it out"

==

Percakapan kami harus terhenti di sini. Koneksi internet penyebabnya.
Thanks, Nagajah. It's nice to see you again!



Photo AlbumOspek-SR94 (32 photos)May 15, '08 11:19 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Nama temanya Gemesh-94. Ngga tau kenapa demikian bunyinya. Foto-foto ini masih akan bertambah, aku susun sesuai urutan peristiwa.

Banyak yang bilang OSPEK itu acara ngga berguna (memang iya, sih..hihi). Tapi aku pikir dengan ikutan acara ini jadi lebih kenal karakter teman sendiri lho. Kaget aja gitu, pas lagi diburu-buru kudu bagikan alat makan pas di gunung, masih ada aja yang komplen pengen pake piring miliknya sendiri..Yaolo, namanya aja darurat :D

Ospek angkatanku ini kayaknya paling top. Panitia berhasil membangun suasana mistis tanpa menjadi klenik. Bau dupa atau kemenyan jadi menu utama, herannya sekarang aku malah jadi ngga serem kalau nyium bau ini..hahaha..malah inget ama SR.

Thanks buat yang udah motretin peristiwa ini. Aku ngga ingat dapat dari siapa, yang jelas pinjam beberapa klise dari senior waktu itu.

Photo AlbumMy Childhood (8 photos)May 15, '08 11:06 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto-foto semasa aku kecil...Lucu yah? Hihihi...

I lived in a small town called Cilacap.
Cilacap (old spelling: Tjilatjap) is a regency (Indonesian: kabupaten) in the southwestern part of Central Java province in Indonesia.

These pictures were taken on early 80's.

Blog EntryPengalaman PertamaMay 12, '08 12:15 AM
for everyone
Ternyata untuk seorang gadis kecil bernama Sita (keponakanku), menjadi bagian sejarah keluarga pada acara besar seperti pernikahan mungkin memberi kesan tersendiri.

Aku sedang mengumpulkan album foto pernikahanku, dan ingat benar celotehnya yang lucu di hari-hari menjelang pernikahanku tahun 2004 lalu.

Contohnya adalah ketika ada pengajian di rumahku, Sita tidak lepas dariku. Kemana aku pergi dia pasti ada di ruangan yang sama..hahaha...
Malah ketika takjub kamarku selesai dihias oleh Tante Rifat, dia bersikeras untuk tidur di kamarku yang ia sebut seperti kamar putri. (Padahal kamarku kecil dan mungkin karena penuh bunga dia berasa kayak di negri dongeng), hehee..

Lalu ketika Malam Seserahan (kalau orang Jawa bilang Midodareni), Sita selalu menjadi anak yang paling sibuk naik-turun tangga dan gemar mengintipku dirias Tante Tuning. Sesekali dia akan bertanya," Mata tante Anne diapain?", atau "Aku juga mau pake lipstick warna pink.."...atau kalau sedang lolos dari pengawasan ibunya, dia akan berloncatan di atas tempat tidurku yang sudah dihias, atau malah diam terpaku memperhatikanku pasrah di make-over setelah acara siraman.

Yang lucu pas di malam saat acara Seserahan  usai. Keluarga Oscar sudah pulang, dan aku udah ngga sabar pengen melepas sanggulku...aku lalu melepas sanggul di kamar, dan baru sadar Sita udah ada aja di sampingku dan terpana.

"Haaa? Kok rambut tante Anne bisa copot???!!!!!!!!!!!!"



Photo AlbumJanuari 2004 (10 photos)May 11, '08 11:49 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
My big day, my wedding day. I am working on this album since there are plenty pictures to upload.

Anne and Oscar would like to thank to:
Almighty God, for united us. It's His plan to made us meet each other after years.
Our parents and siblings, for their endless blessing, love and affection.
Our friends, for sharing all precious moments --
We love you all!

Credit goes to:
• Wedding Invitation: C Plus Branding + Design Consultants
• Souvenir: Lourie's Candlecraft (greta_jakarta@yahoo.com)
• Costumes:
Lia& Nani - Rumah Dhanny Dahlan, Tebet, Jakarta
Nina - Anggun Busana, Jl. Iskandarsyah, Jakarta
Ibu Suwarti- Songket Palembang Jl.Biak, Jakarta
• Photography: Indra Prasetijo (iprasetijo@yahoo.com)
• Make-up : Ibu Tuning, Jl. Muhi II/17, Pd.Pinang, Jakarta
• Decoration: Yasmine Florist, Jl.Kertanegara, Jakarta

Blog EntryBocah Kecil"Apr 29, '08 11:10 PM
for everyone
Tiap keluarga punya gaya komunikasi dan becanda yang berbeda. Termasuk keluargaku, coba deh simak celetukan yang melibatkan semua keponakanku di bawah ini ini:

Tentang RAMA (keponakanku)

Oom Lukis : "Ram, play station 2nya rusak ya?"
Rama  : "Udah jalan kok!"
Tante Dewi   (goda-goda) : "Jalan kemana?"
Rama  (serius) : "Maksudnya, udah betul...."
Oom Lukis (goda-goda) : "Emang tadi salah berapa?"
Rama (serius) : "????"


SITA (keponakanku) DI MOBIL

Sita (di mobil) : "Yaaah, kartunya jatuh..."
(Oom Lukis bantu mencari, nggak ketemu)
Tante Dewi : "Heran, masak kartu segepok jatuh nggak kelihatan berceceran???"
Mama Yona : "Ya sudah Sita, nanti dicarinya kalau sudah sampai di rumah.."
Dhito : "Iya Sit, kamu itu harus bisa menerima takdir....."

Seisi mobil : "Ha ha ha ha!!!!"

sumber: http://adeguing.multiply.com/ Denpasar, 23 Maret 2008

==

HAYKEL  (keponakanku)
Ini cerita pas Haykel masih berumur 6 tahun, dan Chanti 4 tahun..Mereka lagi ngobrol sambil gambar-gambar di lantai kamar ceu Dewi. Aku ada di situ baca majalah, tapi pura-pura ngga dengar :D

Haykel: "Chanti, ngga enak ya jadi anak sulung.."
Chanti : *mumbling ga jelas, lagi asik gambar," Hu-uh.."

==

QINTAN (keponakanku)

Waktu itu dia masih balita, dan lagi duduk bareng ibunya yang sedang baca koran

Mama Lia:" Dek Qintan, duh kasihan deh... ada kecelakaan bus..yang di dalam bus meninggal semua.."
Qintan:" Kalau yang di lual?"

==

DHITO (keponakanku)

Suatu sore di halaman belakang rumah orangtuaku, Dhito dan Qintan. Cuaca sore itu cerah sekali. Mereka berdua lagi asik ngobrol-ngobrol sambil nyanyi-nyanyi..Pas diminta nyanyi, Dhito nyanyi lagu ini, "Gundul..gundul pacul cul..gembelengan.." Hhihihihi....kaget aja anak umur segini udah nyanyi lagu jawa :))



Blog EntrySwirlApr 25, '08 12:32 AM
for everyone
Begini ilustrasi obrolan murid gambarku (N) dengan temannya (J),
"J, rumah loe bertingkat ngga?"
J menjawab,"Iya dong.."
"Ada kolam renangnya ngga?" tanya N
"Ada, emang lu ngga punya?"
N cepat menukas," Ya punya,lah!"

Hihi..gimana ya, kalau simak obrolan diatas suka geli sendiri. Itu baru ilustrasi nyata yang kualami sendiri. Dulu suamiku yang pernah mengajar di sekolah swasta mahal juga pernah mendengar obrolan murid-muridnya yang berencana liburan tahun ini ke luar negri, kali ini ke Belanda, tahun depan ke Jepang, dan kalau cuma ke Australia atau Singapura kali dianggap ngga level :))

Sebetulnya ngga ada yang salah kalau memang mereka dari keluarga mampu ya. Sah-sah aja dong, mau liburan kemana kalau memang kesempatan dan rejeki mencukupi dan memungkinkan (malah bagus buat menambah wawasan)..Tapi trenyuh ngga sih, kalau dengar ada anak yang malu mengajak temannya bermain ke rumah dengan alasan rumahnya tidak sebagus dan sebesar rumah teman bermainnya. Padahal rumahnya sendiri meski tidak besar sangat nyaman dan asri sekali.

Trenyuh rasanya kalau dengar rengekan anak jaman sekarang yang minta dibelikan handphone seri terbaru karena teman sekelas ydah pada ganti HP semua..atau musti punya gamebox canggih supaya ngga dibilang kuper?

Mungkin karena pas masa kecil jaman game Atari berjaya dan PlayStation belum ada, aku dan adikku terbilang susah untuk mendapatkannya dengan mudah. Kebetulan orangtuaku ngga pernah murah hati membelikan barang mainan mewah (LCD aja ngga pernah dibeli sampai tergantikan oleh DVD-itupun yang beli anaknya,hahaaa..), lain halnya dengan membeli buku.

Tapi sekarang anak-anak kecil dan ABG bisa apa? Lingkungan sekitarnya begitu kuat mempengaruhi gaya hidupnya. Mereka terjebak pusaran kuat dan ngga berdaya keluar kalau orangtuanya juga ikutan terjebak di lingkungan konsumtif..

Kalau udah gini aku berterima kasih pada orangtuaku yang menyekolahkan aku sejak SMP  di sekolah umum..berkenalan dengan teman yang ayahnya kerja jadi sopir bus PPD (jaman bus itu masih beroperasi), kenalan dengan anak seorang penjahit, kenalan dengan anak yang sepatunya bolong,kenal dengan anak yang ngga pernah makan hamburger..
Hidupku jadi lengkap, dan tidak cuma kenal anak-anak yang cuma bersahabat dari jenis mobil yang dipakai saat antar-jemput sekolah, atau yang cuma bisa komplen uang jajannya ngga pernah cukup.

Disclaimer: Please note, bahasan diatas bukan bermaksud mendiskreditkan sekolah swasta, dan aku juga ga ada indikasi ngomongin sekolah beragama. Aku cuma mau angkat masalah perilaku dan kenangan masa kecil aja.






Blog EntryI spy with my little eye : TApr 23, '08 11:21 PM
for everyone
From Mona's dare, the latest challenge something that starts with the letter.... T !
I will take the challenge with our Tintin :)

Photobucket

dan ini..

Photobucket

Oscar made this Tintin miniature a couple years ago from resin and polymer clay.


Link: http://www.classic-tv.com/

Mau nyari film jadul tapi bingung cari dimana? Untung nemu link ini!
Lengkap deh, semua film yang pernah diputar TVRI ada semua! hihihi!


Blog EntryI dare you: Mini me!Apr 21, '08 10:48 AM
for everyone

How do you look  like when you are still a little kid? This is my new "online virus" :) This pic was taken when I was about 5 years old, in my grandmother's house.


Blog Entry5 sekawanApr 18, '08 1:43 AM
for everyone
Bukan..bukan ceritanya Enyd Blyton.
Aku lagi ngobrolin keponakan-keponakanku... gara-gara nemu ini pas ngubek photobucket.

Sekarang sih mereka udah lebih besar, keponakanku Haykel malah udah bisa nyetir mobil dan pacaran..hahaa.. Lalu ada Rama yang kayak bule, Chanti yang mirip aku, Qintan adik Chanti, dan Dhito. Sita lagi kemana ya? Si kecil Sita kayaknya pas di foto ini lagi maen ama ibunya..

Keponakan-keponakanku semua adalah permata keluargaku. Kalau mereka berkumpul (biasanya pas hari libur/hari raya), biasanya memeriahkan suasana. Karena udah lebih besar sekarang udah ngga ada sesi kejar-kejaran.

Tetap kompak dan saling sayang ya!!


Blog EntryApa cita-citamu?Apr 14, '08 6:23 AM
for everyone
Waktu kecil...apa cita-citamu?
Jadi dokter?
Jadi seniman (kayaknya cuma aku ya? hihi)
Jadi pilot? Guru? Bartender? Penari? Kurator? Penyiar?

Waktu aku kecil aku ngga pernah pengen jadi dokter. Dulu aku pengen jadi pramugari karena lihat mereka selalu tampil cantik, ramah dan pergi ke luar negri. Lalu berubah menjadi ibu guru (kesampaian sih) soalnya bisa ngasih PR terus ke anak murid (hahaha..belum tahu ya, bikin soal kan juga pake mikir, belum meriksanya!)...akhirnya karena suka banget ama pelajaran ketrampilan dan ditambah dengan senang menggambar, aku pengen jadi seniman/desainer!

Alhamdulillah, tercapai! hehehe...Gimana dengan kalian?


Blog EntryWarnai Hidup Anakmu!Apr 14, '08 5:05 AM
for everyone
Terinspirasi kisah temanku tentang ibu-ibu.

Menjadi ibu pasti anugrah tak ternilai. Banyak yang pengen punya bayi (look at me) dan membesarkannya supaya jadi anak yang berguna. Banyak pula ibu-ibu yang menearuh harapan terlampau tinggi dan di luar batas kemampuan anak-anak mereka.

Aku jadi pengen cerita sedikit saat aku jadi guru gambar.

Aku punya murid manis yang masih kecil, sebut saja namanya Joe. Joe kecil ini belum bisa menggambar, dan pemalu. Tapi dengan keterbatasan motoriknya bukan berarti dia malas belajar gambar. Dia selalu semangat dan kalau aku arahkan dia mau mencoba warna-warna baru.

Tiap anak kan punya bakat dan minat berbeda. Joe kecil baru berusia 3.5 tahun. Dia baru belajar beradaptasi, dan masuk playgroup. Berinteraksi dengan anak-anak lain baginya adalah hal yang masih menakutkan. Dia masih suka kaget dengan perilaku teman-temannya yang mentertawakan gambarnya yang tidak beraturan (aku tidak bilang jelek, karena tiap gambar anak selalu unik).

Aku selalu mendekati Joe dengan hati-hati dan rajin mengajaknya bicara. Aku baru tahu kalau dia lebih suka menggambar mobil. Tapi dia mau belajar menggambar yang lain. Caranya mewarnai belum bisa rapi seperti anak-anak lain yang sudah bersekolah, tapi ia anak yang senang bermain warna. Aku berusaha supaya tempat ia belajar adalah tempat ia mengenal banyak warna dalam hidupnya :)

Ibu Joe ingin supaya Joe lekas mengikuti standar gambar anak-anak yang lain. Suatu hari ia bertanya, mengapa gambar Joe tidak sebagus gambar Niken (nama muridku yang lain, tentu samaran). Padahal Niken sudah lama les di situ, dan dia memang berbakat menggambar. Tidak jarang ibu Joe suka ikutan komentar saat dia menjemput Joe pulang dan melihat hasil gambar Joe. Komentarnya selalu negatif. Ngga pernah rasanya aku mendengar sapaan manis setidaknya sedikit perhatian seperti menanyakan kabar anak bungsunya sore itu setelah mengikuti les.

Aku sedih, ketika kemudian mengamati anak ini jadi suka membolos les. Alasan ibunya, Joe pemalas.Suatu hari ia menyelesaikan gambar dengan takut-takut. Biasanya dia semangat saat mewarnai, dan kali ini seringkali Joe melihat keluar jendela.

Saat ibu Joe datang menjemput, Joe gelisah. Buku gambarnya ditutup rapat-rapat. sang ibu berkomentar,"..aduh Joe..kan udah Mami bilang, kalau awan jangan pakai warna ungu!!"

Joe menangis. Aku merasa ditampar.

Setelah mereka berdua, aku aja si ibu bicara. Intinya aku ajak si ibu untuk mengerti bahwa Joe menikmati proses mewarnai dan aku memangmembiarkan ia memilih warna sesuka hati. Si Ibu kaget mungkin ya, dan dia lagi-lagi pake alasan anaknya susah diatur (jaka Sembung, ngga nyambung!)...lalu menarik tangan Joe dengan keras.

Aku hanya bisa menangis dalam hati.

Aku kangen Joe dengan awannya yang ungu.

:"(

Blog EntryHidup Itu Perjuangan :)Apr 7, '08 11:42 AM
for everyone
Ada yang pernah bertanya padaku, kok bisa sih dapat klien ini dan klien itu pas masa-masa berat menjadi freelancer? Padahal andai mereka tahu, menjadi freelancer tidak pernah lebih enak daripada kerja kantoran, meski kuakui lebih enak buat ngatur jadwal pribadi.

Tahukah mereka, bahwa mencari proyek mengeluarkan energi lebih besar daripada saat mengerjakan proyeknya..dan menjaga hubungan baik dengan klien lama jauh lebih sulit daripada mencari klien baru?

Photo AlbumToddler's Doodles (2 photos)Mar 3, '08 12:45 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
These pictures are my niece and nephew's doodles. I will add some of mine later :)

Photo AlbumMedan 2007 (9 photos)Dec 26, '07 10:26 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kualitas gambar ga terlalu bagus karena ngambil dari HP.
Cerita lengkap jalan-jalan nostalgiaku di Medan bisa dibaca di link ini:
http://aranolein.multiply.com/journal/item/3089/Blessing_in_Disguise

Blog EntryMy children are not my childrenNov 28, '07 9:41 AM
for everyone

Quotes yang ada dalam postingan ini memang aku ambil setelah membaca postingan di blog kakakku, tapi aku punya kesan berbeda pas baca kalimat ini. Ngga tahu kenapa, aku kok jadi inget murid-muridku dan seperti berkaca pada keadaanku sekarang ya..bentar lagi kalian tahu kenapa.

"When you need me, but do not want me, then I will stay. When you want me, but no longer need me, then I have to go." -Nanny McPhee (Emma Thompson)

Begini ceritanya:

Aku tadi sudah ngobrol ama Dir.Akademis tempatku ngajar, intinya aku di bulan ke depan mungkin ngga bisa ngajar lagi kecuali bisa pindah hari karena kebetulan Desember awal aku mulai bekerja permanen di sebuah perusahaan baru.

Ada perasaan sedih, sekiranya aku tidak bisa mengajar lagi (opsi pindah hari masih diusahakan, jadi aku memikirkan kemungkinan  terburuk). Belakangan ini rasanya aku sedang merasa dekat dengan murid-muridku. Beberapa bulan ini merekalah 'rekan-rekan kerjaku'..ada perasaan tenang berdekatan dengan anak kecil, seolah mereka pengganti anak-anakku yang belum ada, dan dihadapkan kemungkinan menjadi jauh dari mereka kok membuatku sedih ya.

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
and though they are with you, and yet they belong not to you.

You may give them your love, but not your thoughts.
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
for their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.

For life goes not backward, nor tarries with yesterday.

—Kahlil Gibran

 


Blog EntryMood Booster: CDA OriginalNov 16, '07 10:23 AM
for everyone

What is your mood-booster? Obat yang bisa membuatmu senyum lagi, riang lagi?

Salah satu mood-booster ampuh untukku adalah lihat foto-foto lama. Apalagi lihat foto ini (courtesy Ira, pinjam ya Ra.)

The happiest moment, aku kangen sekali ama mereka!

Terakhir dapat sms dari Bobby katanya ngajak reuni karaoke-an. Tapi diundur karena pada hari yang sama HS nikah.

Jadi inget masa bahagia kerja bersama mereka. Bisa kebayang ngga sih, kenapa aku bahagia kerja di sana?


Blog EntryBlessing in DisguiseOct 21, '07 8:15 AM
for everyone

Berikut catatan perjalananku selama libur lebaran. Liburan di Bandung akan diceritakan di postingan terpisah. Perjalananku dan Oscar ke Medan dilakukan mendadak saat kami masih berkumpul dengan keluargaku di Bandung dan masih dalam suasana lebaran.

15 Oktober 2007

Setelah hampir duapuluh (20) tahun tidak kembali ke Medan, akhirnya aku ke Medan juga dengan Oscar seperti memenuhi niat kami semula. Meski kepergian kami ke Medan tidak seperti yang direncanakan, karena kami ke Medan mendadak karena berita duka yang datang dari keluarga Oscar.

Ya, telah berpulang ke Rahmatullah, kakanda Ika Kartika pada tanggal 15 Oktober 2005, hanya selang beberapa hari setelah ulang tahun beliau yang ke-45. Teh Ika, demikian adik-adiknya memanggilnya, meninggal dunia karena gagal jantung, meninggalkan seorang suami, tiga orang anak kandung dan beberapa anak angkat dan anak asuh.

Blessing in disguise.

Di sela kesedihan kami, banyak pula hal-hal yang membukakan mata, dan menghibur kami sekeluarga. Kami jadi tahu bahwa mendiang disayangi banyak orang, mulai dari mahasiswa/i yang ia ajar, teman-teman lama, kolega, sampai anak-anak asuh yang dengan rela membantu mengurus persiapan pemakaman. Semua cinta yang mereka tunjukkan menghapus kesedihan kami. Setidaknya, kami yakin banyak yang mendoakan Teh Ika di sana.

Siapa pula yang menyangka, libur lebaran di Bandung keluargaku jadi dipercepat, dan seperti yang sudah diatur Tuhan, aku dan Oscar bisa pergi ke Medan untuk menghadiri pemakaman padahal untuk dapat tiket ke Medan mendadak tidak gampang, dan seperti kebetulan, pesawat Garuda yang kami naiki dibawa sendiri oleh Bang Yani! Subhanallah. Aku dan Oscar berangkat bersama sepupu bang Joko dan istri, Teh Didit+Unez, dan Kel.Bang Luhur.

Setelah pemakaman dilakukan dengan lancar, tiket pulang sudah didapat berkat bantuan bang Tommy-sahabat bang Luh, aku dan Oscar lebih banyak tinggal di rumah duka untuk berkumpul dengan para saudara.

Sebetulnya sempat juga jalan-jalan ke daerah Kanton, tapi laporan jalan-jalan di sana kapan-kapan aja aku ceritakan ya.

19 Oktober 2007

Aku dan Oscar masih punya waktu untuk jalan-jalan nostalgia masa kecil kami di Medan.

Sebetulnya banyak tempat yang ingin kami kunjungi. Tapi karena keterbatasan waktu dan kesempatan, diputuskan untuk mengunjungi beberapa tempat yang paling penting kenangannya, dan paling mungkin ditempuh dalam waktu singkat.

Aku dan Oscar lalu naik becak motor dan memulai perjalanan dari Jl. Ubi ke rumahku masa kecil di Jl. Sei Wampu. Ternyata nama jalan itu sudah lama berubah, pantas saja si abang becak bingung. Untung ia mengerti daerah yang kujelaskan, yaitu arah Batugingging di Medan Baru, Jl. KH.Wahid Hasyim.

Inilah rumah masa kecilku. Beberapa waktu yang lalu aku pernah minta tolong sahabat lamaku di Medan untuk mengambil gambar rumah ini. Ternyata saat aku ke sana, rumah itu sudah berganti pemilik dari kantor menjadi rumah pribadi sekaligus tempat praktek dokter. Rumah yang ada di sudut jalan ini bersebrangan dengan Brimob, dan aku punya banyak kenangan saat tinggal di rumah gaya Belanda ini dari tahun 1981-1988.

Aku dan adikku Roy suka berlari-lari dengan anjingku Taggy di halaman rumah yang semula banyak pohon Mangga dan beberapa pohon buahnya. Sekarang rumah ini lebih terlihat terbuka, dan ada beberapa bagian rumah yang di renovasi. Tapi hiks,..pusing liat warna kuningnya.

Dulu rumah ini berwarna putih dan masih rumah Belanda..

Dari rumah penuh kenangan, becak motor kami melanjutkan perjalanan ke daerah jl. Imam Bonjol, tempat sekolahku dan Oscar (ya, kami teman sekelas pas SD, heheh)..Di depan sekolah kami ada taman besar bernama Taman Ahmad Yani. Di taman yang luas ini berdirilah patung Jend.A.Yani yang gagah menunjuk ke arah Polonia.

Dulu, waktu masih sekolah, inilah tempat kami berolahraga tiap hari Rabu. Tiap anak setelah melakukan pemanasan harus mengelilingi patung ini untuk anak-anak SD, dan untuk anak-anak kelas 6 atau SMP mengelilingi areal taman yang lebih luas.

Rasanya pas masih kecil luaaaaaaaaas sekali! Lari beberapa putaran buat pengidap asma seperi aku sangat berat dan menyiksa. :))

 

Nah inilah sekolahku dulu. Aku sekolah di sini mulai dari TK sampai kelas 6 SD di Yayasan Pendididkan Harapan 2. Ini sekolah swasta muslim, mungkin seperti Al Azhar di Jakarta.

Bobot pelajaran agamanya banyak sekali dan bisa dibilang sedikit konservatif terutama untuk pendidikan dasarnya, dan yang aku ingat dulu jarang sekali anak laki-laki bisa bebas bermain dengan anak perempuan. Mungkin itu sebabnya aku kurang kenal Oscar pas masih kecil. Heheheh...

Ternyata jalan raya di depan sekolah tidak sebesar bayanganku semula..Maklum dulu pas masih kecil ngeri rasanya mau nyebrang jalan...

Pas aku foto, di sebelah sekolah, gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) sedang ada acara..Jadi inget, dulu kalau gereja itu ada kebaktian dengan lagu berbahasa bataknya, aku dan Ulfa teman lamaku suka penasaran mereka itu sedang nyanyiin apa..Maklum, ga ngerti bahasa Batak sama sekali..

Waktu sudah menunjukkan pukul 15, kami harus bergegas ke daerah Kesawan. Ini termasuk daerah Pecinan yang seklias mirip dengan daerah Braga di Bandung. Tokonya rapat-rapat, dan bangunanya masih banyak yang berasal dari jaman Belanda.

Aku sempat ambil foto rumah Taipan Medan jaman baheula, Tjong A Fie.

Di Kesawan inilah aku dan Oscar turun dari becak motor. Ongkos yang dikeluarkan buat jalan-jalan sebesar Rp.15.000,- itupun aku rasa si tukang becak baik banget udahmau sabar nungguin kami foto-foto.

Di Kesawan, aku dan Oscar mau makan siang (telat) di restoran Tiptop. Restoran ini udah ada jaman Belanda, rencananya kakak-kakak Oscar lainnya akan janjian ketemuan untuk makan siang di sini.

Restoran Tiptop menu andalannya Kakap Goreng. Tapi aku dan Oscar memesan yang lain, yaitu salad udang, sirloin steak dan aku pesan steak lidah (yumy!). Serasa jadi orang Belanda..hahah...Kapan-kapan aku posting fotonya lagi deh..

Demikianlah catatan perjalanan dadakan ini. Sampai detik inipun aku masih ngga percaya bisa mengunjungi Medan, meski dalam suasana duka.

Suatu saat aku dan Oscar akan kembali ke Medan. Mudah-mudahan dalam kesempatan yang lebih baik dan mood yang lebih baik. Insya Allah.

 

 

 


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help